Decu belang jantan serta betina mampu dibedakan dari penampilan serta warna bulunya. Burung jantan memiliki bulu-bulu keseluruhan berwarna hitam kecuali tungging, garis sayap serta perut bagian bawahnya berwarna putih. Decu betina mempunyai tubuh berwarna coklat yang dengannya tunggir merah-bata, sedangkan bagi atau bisa juga dikatakan untuk burung yang masih muda biasanya berbintik-bintik coklat.
Ada 16 ras decu belang yang tersebar secara global di seluruh dunia, beberapa di antaranya tersebar di wilayah Indonesia yakni di Jawa, Sulawesi, Sunda kecil serta Papua. Burung ini umum didapati di perkampungan terbuka, lebih-lebih di daerah yang agak kering. Menghuni dataran rendah sampai-sampai ketinggian 2400 mdpl.
Decu belang Suka terlihat bertengger di semak-semak, batu, tiang ataupun kabel-kabel yang membentang. Ekornya Suka ditegakkan andai tengah berkicau ataupun terasa gelisah. Makanan utamanya merupakan serangga- serangga kecil. Suka pula terlihat terbang menggelepar mengejar serangga.
Musim kawin biasanya berlangsung antara bulan April hingga bulan Desember. Seusai menjumpai pasangannya, orang-orang akan membangun sarang yang berbentuk cawan dari potongan rumput yang dilapisi degan serat-serat akar halus.
Sarang umumnya diletakkan pada garukan tanah di bawah lindungan rumpun/berkas rumput, lebih umum ditempatkan pada tanah yang miring. Telur berjumlah dua - empat butir yang berwarna biru keputih-putihan berbintik merah jambu.
Bunyi decu belang cukup menarik bagi atau bisa juga dikatakan untuk didengarkan, paduan antara bunyi alami yang dengannya bunyi ngeriwik yang umumnya dipenuhi oleh suara-suara burung lain (mimikri). Bagi atau bisa juga dikatakan untuk mendengarkan bunyi decu belang, silakan pencet tombol di bawah ini.
Tulisan atau artikel Terkait
Sumber rujukan dan gambar : http://www.agrobur.com/2016/01/decu-belang-si-kacer-mini-yang-menawan.html.