Terdapat paling tak tiga sub species:
Gracula religiosa robusta, terbesar (beo Nias)Selain itu, terdapat juga anak jenis endemik dari Sumbawa (Gracula religiosavenerata), dari Enggano (Gracula enganensis), serta dari Pulau Flores (Gracula religiosa mertensi). Seluruh beo salah satunya hewan dilindungi oleh undang-undang.
Gracula religiosa intermedia
Gracula religiosa indica, yang terkecil.
Beo merupakan burung piaran yang Amat digemari orang lantaran kepandaiannya berbicara. Di alam, jenis burung ini hidup di hutan-hutan basah, lebih-lebih di bukit-bukit dataran rendah hingga daerah ketinggian 1000-2000 m di atas permukaan laut. Beo menyukai buah-buahan yang berdaging tebal serta tak keras. Ia pula meminum nektar bunga. Bagi atau bisa juga dikatakan untuk memenuhi kebutuhan protein burung beo makan serangga semisal belalang, jangkrik, capung serta telur semut. Beo bertelur dua hingga tiga butir setiap musim bertelur. Burung ini merupakan burung yang tampak gagah & ganteng, ukurannya agak lebih besar dari beo biasa & tubuhnya lebih kekar. Pilihan Beo Nias menjadi identitas Sumatera Utara memanglah tepat, lantaran burung ini cuma terdapat di Pulau Nias. Burung ini merupakan penghuni hutan serta tinggal pada tajuk pohon yang tinggi. Beo ini memiliki peran menjadi pemencar biji di hutan. Beo jantan serta betina sekilas percis keduanya pandai berkicau, Akan tetapi demikian bisa dibedakan yang dengannya ciri-ciri sebai berikut :
- Ukuran tubuh beo jantan lebih besar di banding beo betina
- Kepala beo jantan pula lebih besar dari beo betina
- Mata beo jantan tampak lebih besar dari pada beo betina
- Supit udang beo jantan lebih keras serta lebih rapat disbanding beo betina, supit udang beo betina agak lemes serta renggang.
- Paruh beo jantan pula lebih besar serta tebal dibanding betina
sumber; banyak sekali sumber
Tulisan atau artikel Terkait
Sumber rujukan dan gambar : http://www.agrobur.com/2012/02/beo-si-pintar-yang-gemar-bicara.html.