Misalnya saja burung sempidan merah kalimantan (Lophra pyranota) yng sebelumnya dimasukkan dalam jenis sempidan merah (Lophura erythriphthala) pada tahun ini sudah dijauhkan menjadi spesies tersendiri. Burung ini mempunyai persebaran di Sumatera, Semenanjung Malaysia, serta Kalimantan. Hasil penelitian terbaru menunjukan bahwasanya sempidan merah yng berada di Kalimantan memiliki perbedaan, antara lain warna bulu leher yng abu-abu pucat sedangkan di Sumatera serta Semenanjung Malaysia berwarna biru gelap mengkilap. Selain itu burung yng didapati di Kalimantan memiliki coraka garis-garis putih tebal mulai dari leher hingga bagian sedang perut dan pada bagian belakang leher sampai-sampai bulu mantel. Atas dasar beberapa perbedaan itu sempidan merah di Kalimantan ditetapkan menjadi jenis tersendiri. Sementara itu, jenis di Sumatera serta Semenanjung Malaysia dianggap percis menjadi sempidan-merah melayu serta tetap menyandang nama latin L. erythrophthalma. “Meskipun jenis baru di Indonesia didominasi hasil pemisahan jenis, tetapi ada juga jenis yang memang merupakan temuan baru yaitu serak seram Tyto almae,” ujar Jihad, Bird Conservation Officer Burung Indonesia. Di sayangkan, masih Amat tidak banyak berita yng diketahui ihwal burung hantu endemis Menakutkan, Maluku ini. Badan konservasi dunia IUCN pun memasukkan serak menyeramkan dalam kategori Data Deficient. Dengan penambahan jenis baru ini, Indonesia berada di posisi keempat dunia dalam hal kekayaan total jenis burung. Sementara dalam hal endemisitas, Indonesia tetap paling unggul dari negara-negara lain. Malah, sebanyk 75% jenis baru yng diakui pada 2014 ini adalah jenis endemis. Pengertiannya, penambahan jenis baru ini pula makin memperkokoh posisi Indonesia menjadi negara dengan jenis burung endemis terbanyak di dunia yakni 426 jenis ataupun bertambah 46 jenis dari tahun lantas. Yng patut menjadi perhatian, lantaran daerah sebaran burung-burung endemis itu tak jarang cuma dibatasi pada satu area kecil, sebagian besar jenis baru yang telah di sebutkan rentan terhadap kepunahan. Malah 14 jenis baru di tahun 2014 ini langsung masuk dalam kategori terancam punah. Sebut saja udang-merah sangihe Ceyx sangirensis yng masuk kategori Kritis, caladi batu Meiglyptes tristis yng masuk kategori Genting, serta walik lompobattang Ramphiculus meridionalis yng masuk kategori Rentan.
Walaupun demikian, ada satu jenis yng mengalami penurunan status keterancaman di tahun ini yakni luntur jawa Apalharpactes reinwardtii. Burung endemis Jawa Barat ini menurun keterancamannya dari Genting menjadi Rentan.
Tulisan atau artikel Terkait
Sumber rujukan dan gambar : http://www.agrobur.com/2014/11/1666-spesies-burung-dimiliki-indonesia.html.