Beberapa waktu lantas Stutchbury sudah meluncurkan buku berjudul "The Bird Detective" di Kanda. Menurutnya apa yng ada dalam buku ini sudah mematahkan mitos yng selama ini berkembang yng di antaranya merupakan soal pasangan seumur hidup.
Buku yang telah di sebutkan dikatakannya adalah hasil penelitiannya yng sudah di lakukan dalam kurun waktu 20 tahun mengenai perilaku burung. Dalam penelitiannya itu ia mempergunakan beberapa pelacak radio dan serangkaian tes DNA bagi atau bisa juga dikatakan untuk menunjukan burung jantan Acadian yng menjalin hubungan yang dengannya betina lain jauh dari sarangnya.
Selain itu ada pula burung betina mengejar pejantan lain walau anak-anaknya masih kecil. "Begitu banyak perceraian dalam dunia burung yang menurut alam pikiran kita sebagai bentuk egoistis," kata Stutchbury.
Ia pula mengungkapkan bahwasanya burung betina mampu berpaling ke burung pejantan lain cuma lantaran bulunya lebih berwarna serta berkicau yang dengannya lebih baik. Ada juga yng pindah ke tempat lain lantaran wilayah kekuasaan dari burung pejantan itu diluar dugaan lebih aman serta lebih tidak sedikit makanan. Burung betina memanglah cenderung akan mencari pejantan yng mempunyai kualitas tinggi menjadikan keturunannya lebih baik.
Stutchbury, yng sudah mengkaji puluhan spesies burung penyanyi di Kanada, Amerika Serikat serta Panama, mengujarkan musim panas yng pendek menjadi pendorong betina mengabaikan atau meninggalkan sarangnya. Orang-orang tak peduli anak-anak serta pasangannya yng kelaparan. Sementara burung jantan bisa mengawini tiga ataupun empat betina lain tanpa mengetahui apakah nantinya akan menetas telur ataupun tak.
Perceraian, kata dia, merupakan hal biasa di dunia burung. Kebanykan orang-orang hidup yang dengannya satu pasangan cuma selama beberapa bulan ataupun tahun.
Tulisan atau artikel Terkait
Sumber rujukan dan gambar : http://www.agrobur.com/2014/10/tidak-ada-cinta-dalam-dunia-burung.html.